BAB 7 Implikasi Pembelajaran Terpadu

Bab 5 Bagian 1

A. EKSISTENSI GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Eksistensi Guru 
Pembelajaran IPA merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian; Misalnya di bıdang IPA, yaitu fisika, kımia, dan biologi, sementara di bidang IPS terdapat sosiologi, urp geografi, maka dalam ckonomi, pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. 
Di sekolah pada umumnya guru-guru yang tersedia terdiri atas guru-guru disiplin ilmu seperti fisika, kimia, brologi, ekonomi, sosiolog, dan geografi. Guru dengan latar belakang tersebut tentunya sulit untuk beradaptası ke dalam pengintegrasian bidang Komprehenship, karena mereka yang memiliki latar belakang kajnan yang memiliki matter satu bidang ilmu tidak memilik kemampuan yang optimal pada bidang bidang vang lain, begitu pula sebaliknya. Di konsekuensi terhadap berkurangnya beban jam pelajar yang diemban guru-gunu yang tercakup ke dalam bidan kajian yang serumpun, sementara ketentuan yang berkait dengan kewajiban atas beban jam mengajar untuk setiap guru masih tetap. nqurusu nl npedian urseiepqud u Sundwrs Untuk itu, dalam pembelajaran terpadu ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni: (a) team teaching, dan (b guru tunggal. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing masing. 
a. Team Teaching 
Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team; satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dan seorang guru. Seuap guru memiliki tugas masing-masıng sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. Kelebihan sıstem ini antara lain adalah: 
(1) pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam um terdırı atas beberapa yang ahlı dalam ilmu-llmu di bıdangnya, 
(2) pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh scorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbaga konsep dan pengalaman
(3) peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan begalan dengan narasumber darn berbagai disiplin ilmu.
 Kelemahan dan sistem ini antara lain adalah jika tidak ada koordinasi, maka setiap guru dalam tim akan saling mengandalkan sehingga pencapaian KD terpenuhi. Selanjutnya, jika kurang persiapan, penampilan a kelas akan tersendat-sendat karena skenario tidak berjalan dengan semestinya, sehingga para guru tidak tahu akan dilakukan di dalam kelas. Sur rde Untuk itu maka dıperlukan beberapa langkah seper berikut.
(a) Dilakukan penelaahan untuk memastikan berapa KD dan SK yang harus dicapai dalam satu topik pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan berapa guru bidang studi serumpun yang dapat dilibatkan dalam pembelajaran pada topik tersebut. 
(b) Setiap guru bertanggung jawab atas tercapainya KD yang termasuk dalam SK yang ia mampu, seperti misalnya SK-1 oleh guru dengan latar belakang biologi, SK-2 oleh guru dengan latar belakang fisika, dan seterusnya. 
(c) Disusun skenario pembelajaran dengan melibatkan semua guru yang termasuk ke dalam topik yang bersangkutan, sehingga setiap anggota apa yang harus dikerjakan dalam pembelajaran tersebut.
 (d) Sebaiknya dilakukan simulasi terlebih dahulu jika pembelajaran dengan sistem ini merupakan hal yang baru, sehingga tidak terjadi kecanggungan di dalam kelas. 
(e) Evaluasi dan remedial menjadi tanggung jawab sesuai dengan Standar masing-masıng guru Kompetensi dan Kompetensi Dasar, schingga akumulasi nilai gabungan dari setiap Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi menjadi nilai mata pelajaran. Misalnya mata pelajaran IPA, memiliki kompılasi dari bidang biologi, kimia dan fisika. 
b. Guru Tunggal 
Pembelajaran dengan seorang guru merupakan hal yang ideal dilakukan. Hal ini disebabkan:
(1) suatu bidang ilmu merupakan satu mata pelajaran, 
(2) guru dapar merancang skenano pembelajaran sesuai dengan topık yang ra kembangkan tanpa konsolidası terlebih dahulu dengan guru yang lain, dan 
(3) oleh karena tanggung jawab dipikul oleh scorang diri, maka potensi untuk saling mengandalkan tidak akan muncul. 
Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan dalam pembelajaran terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal, yaknı: (1) oleh karena mata pelajaran pada pembelajaran terpadu merupakan hal yang baru, sedangkan guru-guru yang tersedia merupakan guru bıdang studi schingga sangat sulit untuk melakukan penggabungan terhadap berbagai bidang studi tersebut, (2) scorang guru bidang studi tertentu idak menguasai secara mendalam tentang bidang studi yang lain sechingga dalam pembelajaran terpadu akan didominası oleh bıdang studi tertentu, serta (3) jika skenano pembelajaran tudak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasat tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah narası yang kening tanpa makna.
Untuk tercapainya pembelajaran Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut, maka dapat dilakukan beberapa hal sebagas benikut : 
(a) Guna guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran scrumpun diberikan pelatiban bidang bidang studi di luar bidang keahliannya, seperti guru bidang studi Fisika dhbenkan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. 
(b) Koordinasi antarbidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran serumpun tetap dilakukan, untuk mereviu apakah skenario yang disusun sadah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan studi diluar yang ia mampu. 
(c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. 
(d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang pencapaian rensos Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasılkan dari pemetaan yang telah dilakukan. 
2. Wawasan Peserta Didik 2. Dilihat dari aspek peserta didik, Pembelajaran Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. Hal inı disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep konsep yang dipadukan, karena dapat mengembangkan kemampuan sosiasi konsep dan aplikasi konsep, kemampuan asosiatif, Serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. 
B. ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR DAN SARANA PRASARANA PENUNJANG 
Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan pembelajaran monolitik. Dalam pembelajaran, diperlukan sejumlah sumber belajar yang tesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. 
Sumber belajar utama yang dapat digunakan da satu topik pembelajaran Terpadu dapat berbentuk teks tertulis seperti buku, majalah, brosur, surat kabar, poster dan informasi lepas, atau berupa lingkungan sekitar seperti: lingkungan alam, lingkungan sosial sehari-hari. Seorang guru yang akan menyusun materi perlu mengumpulkan dan mempersiapkan bahan kepustakaan atau rujukan (buku dan pedoman yang berkaitan dan sesuai) untuk menyusun dan mengembangkan silabus. Pencarian informasi ini, sebenarnya dapat pula memanfaatkan perangkat teknologi - informasi mutakhir seperti multimedia dan internet. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. 
Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. Di samping itu, bahan bacaan penunjang seperti jurnal, hasil penelitian, majalah, koran, brosur, serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. Sebagai bahan penunjang, dapat juga digunakan disket, kaset, atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. Guru, dalam hal ini, dituntut untuk rajin dan kreatif mencan dan mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembelajaran. melaksanakan pembelajaran terpadu tergantung pada Keberhasilan scorang dalam nuna pengetahuan, pemahaman, dan tingkat wawasan, kreativitasnya dalam mengelola bahan ajar. Semakın lengkap bahan yang terkumpulkan dan semakın luas wawasan dan pemahaman guru terhadap berkecenderungan akan semakin baik pembelajaran yang dilaksanakan.
Bahan yang sudah terkumpul selanjutnya dipilah, dikelompokkan, dan disusun ke dalam indikator dari Kompetensi Dasar. Setelah bahan-bahan yang diperlukan erkumpul secara memadai, seorang guru selanjutnya periu Ajar yang berkaitan dengan langkah kegiatan berikutnya. mempelajan secara cermat dan mendalam tentang isi bahan ajar yang berkaitan dengan langkah kegiatan berikutnya. 
2. Sarana dan Prasarana Penunjang 
Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbaga sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relane sama dengan pembelajaran yang lainnya, hanya saja memiliki kekhasan tersendirı dalam beberapa hal. Dalam pembelajaran T'erpadu, guru harus memilih secara jeli media yang akan digunakan, dalam hal ini media tersebut harus memiliki kegunaan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait dan tentu saja terpadu. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema, maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandıngkan dengan pemisahan bidang kajian. 
Namun demikian, dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak darn pembelajaran monolitik. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu, peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. Guru dalam pembelajaran ini diharapkan dapat mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan pembelajaran Terpadu.

Sumber : Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, Karangan : Trianto, S. Pd, M. Pd

Komentar