BAB 10 Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu

Bab 6 bagian 2 



Bab 6 bagian 2 


B. STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU 
1. Perencanaan 
Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh aplikasi, pemahaman, analisis, dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semesitr Juek berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalaa standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optima jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potens peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimilika peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA. 
Langkah (1): Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. Pada saat menetapkan beberapa bidang kajian yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Contoh libat lampiran. 
Langkah (2): Langkah berikutnya dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari bidang kajian yang akan dipadukan dan melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bidano kajian IPA per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.
Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. 
a. Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan.
 b. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Kompetensi Dasar diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. 
c. Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama, melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. 
d. Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. 
Langkah (3): Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai, langkah selanjutnya dilakukan penentuan tema pemersatu antar- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Tema yang dipilih harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan dan dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini, misalnya penyakit demam berdarah, HIV/AIDS, dan lainnya, kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai bidang kajian IPA. Dengan demikian, dalam satu mata pelajaran IPA pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam antara lain meliputi hal-hal berikut. 
a. Tema, dalam pembelajaran IPA Terpadu, merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA. 
b. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi-kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas, juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik, dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. 
c. Dalam menentukan topik, isu sentral yang sedang berkembang saat ini, dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar- Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu 
Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Tujuannya adalah menunjukkan kaitan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Contob libat lampiran. 
Langkah (5)): Setelah membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema pemersatu, maka Kompetensi- kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. Contoh libat lampiran. 
Langkah (6): terpadu, silabus pembelajaran IPA dikembangkan dari berbagai indikator bidang kajian IPA menjadi beberapa kegiatan pembelajaran yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa bidang kajian IPA. Komponen penyusunan silabus terd dari Standar Kompetensi IPA, Kompetensi Dasar, Indikator, Kegiatan Pembelajaran, Alokasi Wakta, Penilaian, dan Sumber Belajar.
Langkah (7): Setelah teridentifikasi peta Kompetensi Dasar dan tem pelaksanaan pembelajaran. Pada pembelajaran IPA yang terpadu, selanjutnya adalah menyusun rencana Terpadu, sesuai dengan Standar 
2. Model Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran) 
Model pembelajaran menjabarkan pembelajaran terpadu, dikemas dalam kegiatan pendahuluanA kegiatan inti, dan kegiatan penutup/tindak lanjut. 
a. Kegiatan Awal/Pendahuluan 
Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Fungsi terutama harus ditempuh guru dan peserta didik pada senup untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan, karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut, diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik schingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. 
b. Kegiatan Inti 
Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non tatap muka. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. 
c. Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran, tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 Implikasi Pembelajaran Terpadu