BAB 12 Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu
Bagian 7 bab 2
B. STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
1. Perencanaan
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadi bergantung pacda kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, kemampuan). pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkan berikut ini. Untuk menyusun perencanaan
a. Pemetaan Kompetensi Dasar
b. Penentuan Topik/tema ke dalam indikator sesuai topik/tema
c. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar
d. Pengembangan Silabus
e. Penyusunan Desain atau rencana pelaksanaan pembelajaran.
Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut ini.
a. Pemetaan Kompetensi Dasar
Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bidang kajan IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.
Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan:
1) mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pebajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas sama; dan
2) menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
b. Penentua Topik/Tema
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut:
a. Topik, dalam pembelajaran IPS Terpadu, merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.
b. Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi-kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas, juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik, dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi peserta didik; misalny untuk kelas VII disajikan dua contoh topik/tem yaitu: Kegiatan ekonomi penduduk dan ba sebagai tujuan wisata.
c. Dalam menentukan topik, isu sentral yang sedang berkembang saat ini, dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterikata antar kompetensi Dasar pada satu rumput yang telah dipetakan.
C. Penjabaran Kompetensi Dasar kę dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan, maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang a Kompetensi dilampiran 2.b antinya digunakan untuk penyusunan silabus. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Kompetensi
D. Penyusunan silabus
Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada lamgkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran Terpadu. Komponen penyusunan silabus tersendiri dari standar kompetensi IPS.
e. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) skenario pembelajaran
Setelah terindentifikasu peta kompetensi dasar dan topik yang Terpadu selanjutnya adalah menyusun desain rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada pembelajaran IPS Terpadu sesuai dengan standar isi, keterpaduan terletak pada strategi pembelajaran. Hal ini disebabkan standar kompetensi dan kompetensi dasar telah ditentukan dalama standar isi.
2. Model Pelaksanaan Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan (Awal)
Kegiatan pendahuluan (introduction) pada dasarnya merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Efisiensi waktu dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran terpadu ini perlu diperhatikan, karena waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut relatif singkat, berkisar antara 5-10 menit. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik, sehingga dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu peserta didik sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan seksama.
b. Kegiatan Inti
Pembelajaran Kegiatan inti merupakan kegiatan dalam rangka pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experiences). Pengalaman belajar tersebut bisa dalam bentuk kegiatan tatap muka dan nontatap muka. Pengalaman belajar tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengembangkan bentuk-bentuk interaksi langsung guru dengan peserta didik, sedangkan antara pengalaman belajar nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik dalam berinteraksi dengan sumber belajar lain yang bukan kegiatan interaksi guru-peserta didik.
c. Kegiatan Akhir (Penutup) dan Tindak Lanjut
Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran, tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat, oleh karena itu perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya:
1. melaksanakan dan mengkaji penilaian akhir,
2. melaksanakan tindak lanjut pembelajaran melalui kegiatan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah, menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik, membaca nun8 pelajaran materi tertentu, urp memberikan motivasi atau bimbingan belajar; dan
3. mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu pembelajaran. akan datang, dan menutup kegiatan
Komentar
Posting Komentar