BAB 4 Model Kurikulum Pembelajaran Terpadu
Bab 3 bagian 2
A. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU
1. Pembelajaran Terpadu Model Connected
a. Pengertian
Fogarty (dalam Prabowo, 2000), mengemukakan bahwa model terhubung (connected) merupakan model atau mengintegrasikan sapu konsep, integrasi inter bidang studi. Model ini secara nyata mengorganisasikan keterampilan, atau kemampuan yang ditumbuh-kembangkan dalam suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang dikaitkan dengan konsep, keterampilan atau kemampuan nada pokok bahasan atau sub pokok bahasan lain, dalam satu hidang studi. Kaitan dapat diadakan secara spontan atau demikian terlebih dahulu. direncanakan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Dengan tata lain, bahwa pembelajaran terpadu tipe connected adalah pembelajaran yang dilakukan dengan mengaitkan satu pokok bahasan dengan pokok bahasan berikutnya, mengaitkan satu konsep dengan konsep yang lain, mengaitkan satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, dan dapat juga mengaitkan pekerjaan hari itu dengan hari yang lain atau hari berikutnya dalam suatu bidang studi (Hadisubroto: 2000).
b. Keunggulan dan Kelemahan
Beberapa keunggulan pembelajaran terpadu tipe connected antara Lain sebagai berikut:
a) dengan pengintegrasian ide-ide inter bidang studi, maka siswa mempunyai gambaran yang luas sebagaimana suatu bidana studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu.
b) siswa dapar mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus-menerus sehingga terjadilah proses internalisasi,
c) mengintegrasikan ide ide dalam inter bidang studi memungkinkan siswa antara mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide dalam memecahkan masalah. (Fogarty, 1991: 15)
Kelemahan pembelajaran terpadu tipe connected antara lain:
a) masih kelihatan terpisahnya inter bidang studi,
b) tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim, sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide ide antar bidang studi,
c) dalam memadukan ide-ide pada satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan. (Fogarty, 1991: 16).
Hadisubroto (2000), juga mengemukakan keunggulan dan kelemahan model connected. Keunggulannya adalah:
a) dengan adanya hubungan atau kaitan antara gagasan di dalam saru bidang studi, siswa siswa mempunyai gambaran yang lebih komprehensif dari beberapa aspek tertentu mereka pelajari secara lebih mendalam.
b) konsep-konsep kuna dikembangkan dengan waktu yang cukup schingga lebih dapat dicerna oleh siswa.
c) kaitan-kaitan dengan sejumlah gagasan di dalam satu bidang studi memungkinkan siswa untuk dapat mengkonseptualisasi kembali dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
d) pembelajaran terpadu model terhubung tidak mengganggu kurikulum yang sedang berlaku. Kelemahan model ini adalah berbagai bidang studi masih tetap terpisah dan nampak tidak ada hubungan meskipun hubungan-hubungan itu telah disusun secara eksplisit di dalam satu bidang studi.
2. Pembelajaran Terpadu Model Webbed
1. Pengertian
Pembelajaran terpadu model avbbed adalah pembelaja- ran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menen- tukan tema tertentu. Tema bisa ditetapkan dengan negosiası antara guru dan siswa, tetapi dapat pula dengan cara diskusi sesama guru. Setelah tema tersebut disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan mempethatikan kaitannya dengan bidang-bidang studi. Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa.
2. Kelebihan dan Kekuarangan
Kelebihan dari model jaring laba-laba (webbed), meliputi:
1) penyeleksian tema sesuai dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar;
2) lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman;
3) memudahkan perencanaan;
4) pendekatan tematik dapat memotivasi siswa; dan
5) memberikan kemudahan bagi anak didik dalam melihat kegiatan-kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait. Selain kelebihan yang dimiliki, model webbed juga memiliki beberapa kekurangan antara lain: (1) sulit dalam menyeleksi tema; (2) cenderung untuk merumuskan tema yang dangkal, dan (3) dalam pembelajaran, guru lebih memusatkan perhatian pada kegiatan dari pada pengembangan konsep.
3. Pembelajaran Terpadu Tipe Integrated
a. Pengertian
Model ini merupakan pembelajaan terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi. Modlel ini diusahakan dengan cara menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan perioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih di dalam beberapa bidang studi. Pada model ini tema yang berkaitan dan tumpang tindih merupakan hal terakhir yang wein dicari dan dipilih oleh guru dalam tahap perencanaan program. Pertama kali guru menyeteksi konsep-konsep, keterampilan dan sikap yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa bidang studi, selanjutnya dipilih beberapa konsep. keterampilan, dan keterhubungan yang erat dan tumpang tindih di antara berbagai bidang studi.
Pembelajaran terpadu tipe integrated (keterpaduan) adalah tipe pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi (Fogarty, 1991: 76). Pada tipe sikap Suek ini tema yang berkaitan dan saling tumpang tindih merupakan hal terakhir yang ingin dicari dan dipilih oleh guru dalam tahap perencanaan program.
Pada tahap awal guru hendaknya membentuk tim antar bidang studi untuk menyeleksi konsèp-konsep, keterampilan-keterampilan, dan sikap-sikap yang akan dibelajarkan dalam satu semester tertentu untuk beberapa bidang studi. Langkah berikutnya dipilih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang mempunyai keterhubungan yang erat dan tumpang rindih di antara beberapa badang studi. Bidang studi yang diintegrasikan misalnya matematika, sains (fisika), seni dan bahasa, dan pelajaran sosial.
Fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatihkan oleh seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran untuk ketercapaian materi pelajaran (content). Keterampilan-keterampilan belajar itu menurut Fogarty (1991: 77), meliputi keterampilan berpikir (tbinking skill), keterampilan sosial (1ocial skill) dan keterampilan mengorganisir (organizing skill).
b. Kelebihan dan Kelemahan
Tipe integrated (keterpaduan) memiliki kelebihan yaitu,
1) adanya kemungkinan pemahaman antar bidang studi, karena dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan sosial dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak dimensi, sehingga siswa dalam pembelajaran menjadi semakin diperkaya dan berkembang,
2) Memotivasi siswa dalam belajar,
3) Tipe terintegrasi juga memberikan perhatian pada berbagai bidang vang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. Dalam tipe ini, guru tidak perlu megulang kembali materi yang rumpang tindih, sehingga tercapailah efisiensi dan efektifitas pembelajaran.
Kekurangan tipe integrated antara lain;
1) terletak pada guru, yaitu guru harus menguasai konsep, sikap, dan keterampilan yang diperioritaskan,
2) penerapannya, yaitu sulitnya menerapkan tipe ini secara peruh,
3) tipe ini memerlukan tim antar bidang studi, baik dalam perencanaannya maupun pelaksanaannya,
4) pengintegrasian kurikulum dengan konsep-konsep dari masing-masing bidang studi menuntut adanya sumber belajar yang beraneka ragam.
4. Pembelajaran Terpadu Model Nested
a. Pengertian
Pembelajaran terpadu tipe merupakan pengintegrasian kurikulum di dalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus pengitegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatihkan oleh seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran untuk ketercapaian materi pelajaran (content). Keterampalan- keterampilan belajar itu meliputi keterampilan berpikir (fonking skill), keterampilan sosial (social skil) dan 4. nested (tersarang keterampilan mengorganisir (organizing skill) Fogarty (1991: 23).
Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap ope mested (rersarang) mengikuti tahap-tahap yang dlilalui yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk egiatan awal ini. Seperti contoh diberikan oleh Fogarty (1991: 28) untuk jenis mata pelajaran sosial dan bahasa dapat dipadukan keterampilan berpikir (thinking skil) dengan keterampilan sosial (social skill). Sedangkan untuk mata pelajaran sains dan matematika dapat dipadukan keterampi. lan berpikir (thinking skill) dan keterampilan mengorganisir Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk (organizing skill).
Kelebihan tipe nested (tersarang) adalah guru dapu pembelajaran di dalam satu menjaring dan mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa, pembelajaran menjadi semakin mata pelajaran. Dengan memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam suatu diperkaya dan berkembang. Dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan sosial dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak dimensi. Tipe tersarang juga memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. Dalam tipe ini, satu guru dapat memadukan kurikulum secara meluas.
Kekurangan tipe nested terletak pada guru ketika memadukan eduri beberapa matang Surk perencanaan keterampilan yang menjadi target dalam suatu pembelajaran. Hal ini berdampak pada siswa, di mana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus.
Sumber : Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, Karangan : Trianto S. Pd, M. Pd
Komentar
Posting Komentar