BAB 5 Pengembangan Perangkat Model Pembelajaran Terpadu
bagian 1
A. Model-Model Pengembangan Perangkat
Menurut Sudjana (2001: 92), untuk melaksanakan pengembangan perangkat pengajaran diperlukan model- model pengembangan yang sesuai dengan sistem pendidikan. Sehubungan dengan itu ada beberapa model pengembangan pengajaran. Dalam pengembangan perangkat pembelajaran dikenal tiga macam model pengembangan perangkat, yaitu Model Dick-Carey, Model Four-D dan Model Kemp.
1. Model Pengembangan Sistem Pembelajaran Menurut Kemp
Menurut Kemp (1994) Pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang kontinum. Tiap-tiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan aktıvitas revisi. Pengembangan perangkat dapat dimulai dari utik manapun di dalam siklus tersebut (Kemp, et al, 1994: 10). Pengembangan perangkat model Kemp memben kesempatan kepada para pengembang untuk dapat memulai dari komponen manapun. Namun karena kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia dan berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu dimulai dan tujuan. Unsur unsur pengembangan perangkat pembelaaran meliputi :
a.) Identifikasi Masalah Pembelajaran
Tujuan dari tahap ini adalah mengidentifikası adanya kesenjangan antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan baik yang menyangkut model pendekatan, metode, teknik maupun strategi yang dgunakan guru untuk mencapai pembelajaran. Bahan kajian, pokok bahasan atau materi yang akan dikembangkan, lanjutnya disusun alternatif atau cara pembelajaran yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan seperti yang diharapkan dalsm kurikulum.
b.) Analisis Siswa
Analisis siswa dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa yang meliputi ciri kemampuan, dan pengalaman baik individu maupun kelompok.
1. Tingkah laku awal siswa
Tingkah laku awal siswa perlu diidentifikası keterampilan-keterampılan khusus yang dimiliki oleh sıswa sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini tidak berarti akan membuat daftar apa yang telah dilakukan oleh siswa, melainkan perlu mengidentifikasi keterampilan- keterampılan khusus yang harus dapat siswa lakukan untuk memulai pembelajaran agar dapat berjalan lancar dan efektif serta efisien (Kardı, 2003a: 2)
2. Karakteristik Sıswa
Analisis karakteriştık siswa sangat penting dilakukan pada awal perencanaan. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan ciri, kemampuan, dan pengalaman siswa baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Analisis siswa meliputi karakteristik antara lain: kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan psikomotor, kemampuan bekerja sama, keterampılan sosial dan sebagainya (Ibrahım, 2003: 5). Hasil analisis ini dapat dijadikan gambaran untuk menyiapkan perangkat pembelajaran.
c.) Analisis Tugas
Menurut Kemp, et al. (1994: 58) analisis tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran Sedangkan menurut Nur (2002: 3) analisis tugas adalah alat yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakekst yang setępatnya dari pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang diajarkan.
Jadi analisis tugas atau tujuan tidak lain dari analisis pelajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan analisıs prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman atau penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk rencana pelajaran (RP) dan lembar kegiatan siswa (LKS).
1. Analisis struktur isi
Analisis struktur isi ini dilakukan dengan mencermati kurikulum GBPP yang sesuai mulai dari bahan kajian, pokok bahasan, sub pokok bahasan serta garis besar perincian isi pokok bahasan
2. nalisis Konsep
Analisis konsep dilakukan dengan mengidentifikasi konsep-konsep utama yang akan diajarkan dan menyusunny secara sistematis sesuai urutan penyajiannya dan menin konsep konsep yang relevan. Menurut Kemp (1994: 14) bahwa analisis konsep digunakan untuk mengidentitika fakta, konsep, prinsip, dan aturan yang dibutuhkan dalam pengajatan. Hasil analisis ini berapa peta konsep.
3. Analisis Prosedural
Analisis prosedural adalah analisis tugas yang dilakukan dengan mengidentifikası tahap-tahap penyelesaian tugas sesuat dengan bahan kajian, hasil analısıs ini akan diperoleh peta tugas dan analisis prosedural.
4. Analisıs Pemrosesan Informası Analisis pemrosesan informası dilakukan untuk mengelompokkan tugas-tugas yang dilaksanakan siswa selama pembelajaran dengan mempertimbangkan waktu. Hasıl analisis inı adalah cakupan konsep/ tugas yang akan diajarkan dalam satu rencana pelajaran.
d.) Merumuskan Indikator
Indikator adalah tujuan pembelajaran yang diperoleh dari hasil analisıs tujuan pada tahap 1 Sedangkan menurut Kardi (2003a: 2). Perumusan indikator didasarkan pada analisıs pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa, tentang pernyataan-pernyataan apa yang dapat dilakukan siswa setelah selesai melakukan pembelajaran. Pernyataan tersebut perlu dianalisis untuk menentukan keterampilan- keterampilan yang perlu dipelajari, kondisi penerapannya, dan kriteria keberhasilan kinerja.
e.) Penyusunan Instrumen Evaluasi
Penyusunan tes hasil belajar merupakan alat untuk mengukur ketuntasan indikatoe dan ketuntasab penguasaan siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran yang didasarkan pada jumlah soal yang dijawab secata benar. Kriteria penilaian yang dilakukan adalah penilajan acuan patokan, sehingga instrumen yang dikembangkan harus dapat mengukur ketuntasan pencapaian tujuan pembelajaran khusus telah dirumuskan.
f.) Strategi Pembelajaran
Pada tahap ini dilakukan pemilihan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini meliputi; pemilihan model, pendekatan, metode, pemilihan format, yang dipandang mampu memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran.
1. Pemilihan model, pendekatan dan metode pembelajaran
Yang sesuai dengan bahan kajian ekosistem sebagaimana telah disebutkan pada latar belakang, yaitu dengan penerapar keterampilan proses dasar IPA sebagai pendekatan dan pem- belajaran kooperatif sebagai model pembelajaran. Sedangkan metode sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu, inkuin terbimbing, presentasi, eksperimen, tanya jawab, dan resitasi.
2. Pemilihan format
Pemilihan format secara umum yang digunakan oleh peneliti dalam pengembangan perangkat bahan kajian ekosistem ini meliputi, buku ajar (materi ajar), lembar kegiatan siswa (LKS), rencana pelajaran (RPP) dan evaluasi.
g.) Pemilihan Media atau Sumber Pembelajaran
Pemilihan media dan umber pembelajaran berdasarkan hasil analisis tujuan, analisis karakteristik siswa, dan analisis tugas seperti telah diuraikan sebelumnya, maka memilih alat dan bahan disesuaikan dengan tuntutan tujuan pembelajaran yang terdapat rencana pelajaran dan lembar kerja siswa.
h.) Pelayanan pendukung
Pelayanan pendukung sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan substansi pengembangan perangkat, namun sangat menentukan keberhasilan pengembangan perangkat. Selama proses pengembangan diperlukan diperlukan layanan pendukung yang berupa kebijakan kepala sekolah, guru mitra, tata usaha, dan tenaga-tenaga terkait serta layanan laborato rium dan perpustakaan. Di samping itu dibutuhkan anggaran atau dana, fasilitas, bahan, perlengkapan, pelayanan tenaga kerja, jadwal penyelesaian tahap perencanaan dam pengembangan
i.) Evaluasi formatif merupakan bagian penting dan proses perancangan pembelajaran dan berfungsi sebagai pemberi informasi kepada pengajar atau tim pengembang seberapa baik program telah berfungsi dalam, mencapai berbagai sasaran. Penilaian formatif dilaksanakan selama pengembangan dan ujicoba. Penilaian ini berguna untuk menentukan kelemahan dalam perencanaan pengajaran sehingga berbagai kekurangan dapat di hindari sebelum program terpakai secara luas.
j.) Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif secara langsung mengukur tingkat pencapaian tujuan-tujuan utama pada akhir pembelajaran. Sumber informasi utama kemungkinan besar didapatkan baik dari hasil posttes dan uji akhir pembelajaran. Penilaran sumatif meliputi; hasil ujan akhir unit dan uji akhir untuk pelajaran tertentu.
k.) Revisi Perangkat Pembelajaran
Kegiatan revisi dilakukan secara terus-menerus pada setiap langkah pengembangan hal ini berdasarkan uraian Kemp (1994), bahwa setiap langkah rancangan pembelajaran selalu berhubungan dengan kegiatan revisi. Kegiatan revisi dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dan penilatan yang diperoleh dari kegiatan validası perangkat pembelajaran oleh pakar, simulasi terbatas dan uji coba terbatas sehingga validasi ini lebih pada tujuan kebenaran dan kesesuaian isi pada saat menerapkannya sebagai perangkat pembelajaran di sekolah.
2. Model Pengembangan Pembelajaran Menurut Dick & Carey 2. Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick & Carey
a.) Identifikasi Tujuan Pengajaran (identity instructional goals)
Tahap awal model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program pengajarannya. Definisı tujuan pengajaran mungkin mengacu pada kurikulum tertentu atau mungkin juga berasal dari daftar tujuan sebagai hasil need assessment., atau dari pengalaman praktek dengan kesulitan belajar siswa di dalam kelas.
b.) Melakukan Analisis Instruksional (Conducting a goal analysis)
Setelah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, maka akan ditentukan apa tipe belajar yang dibutuhkan siswa. Tujuan yang dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan yang lebih khusus lagi yang harus dipelajar. Analisıs ini akan menghasilkan carta keterampilan/ konsep dan menunjukkan keterkaitan antara keterampilan/ konsep tersebut.
c.) Mengidentifikasi Tingkah laku Awal/Karakteristik Siswa (ldentity entry bebaviours, characteristics)
Ketika melakukan analisis tethadap keterampilan- keterampilan yang perlu dilatihkan dan tahapan prosedur yang perlu dilewati, juga harus dipertimbangkan keterampilan apa yang telah dimilıkı sıswa saat mulai mengikuti pengajaran, Yang penting juga untuk dudentifikası adalah karakteristik khusus siswa yang mungkin ada hubungannya dengan rancangan aktivitas-aktıvitas pengajaran.
d.) Merumuskan Tujuan Kinerja (write performance objectives)
Berdasarkan analisis instruksional dan pernyataan tentang tingkah laku awal siswa, selanjutnya akan dirumuskan pernyataan khusus tentang apa yang harus dilakukan sıswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
e.) Pengembangan Tes Acuan Patokan (develop criterian-referenced test itemms)
Berdasarkan pada tujuan yang telah dirumuskan, maka dilakukan pengembangan butir mengukur kemampuan siswa seperti yang diperkirakan di untuk asesmen untuk mengukur kemampuan siswa seperti yang diperkirakan didalam tujuan.
f.) Pengembangan strategi pengajaran (develop instructional strategy)
Informasi dari lima tahap sebelumnya, maka selanjutnya akan mengidentifikasi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Strategi akan meliputi aktivitas preinstruksional, penyampaian informasi, praktek dan balikan, testing, yang dilakukan lewat aktivitas.
g.) Pengembangan atau Memilih Pengajaran (develop and select instructional materials)
Tahap ini akan digunakan strategi pengajaran untuk menghasilkan pengajaran yang meliputi petunjuk untuk siswa, bahan pelajaran, tes, dan panduan guru.
h.) Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Formatif (design and conduct formative evaluation)
Evaluasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana meningkatkan pengajaran.
i.) Menulis Perangkat (design and conduct summative evaluation)
Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang dibutuhkan. Hasil perangkat selanjut- nya divalidasi dan diujicobakan di kelas/diimplentasikan di kelas.
j.) Revisi Pengajaran (instructional revitions)
Tahap ini mengulangi siklus pengembangan perangkat pengajaran. Data dari evaluasi sumatif yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya diringkas dan dianalisis serta diinterpretasikan untuk diidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Begitu pula masukan dati hasıl implementasi dan pakar/ validator.
2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 4- D
a.) Tahap Pendefinisian (define)
adalah menetapkan dan mendefinikan syarat-syarat pembelajaran. Dalam menentukan dan menetapkan syarat-syarat pembelajaran di awali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan perangkatnya. Tahap ini meliputi 5 langkah pokok, yaitu (a) Analisis ujung depan, (b) Analisis siswa, (c) Analısis tugas, (d) Analisis Konsep, dan (e) Perumusan tujuan pembelajaran.
1. Analisis Ujung Depan
Analisis ujung depan bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapı dalam pembelajaran bIologi SLTP sehingga dibutuhkart pengem- bangan bahan pembelajaran. Berdasarkan masalah ini disu- sunlah alternatif perangkat yang relevan. Dalam melakukan analisis ujung depan perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai alternatif pengembangan perangkat pembelajaran, teori belajar, tantangan, dan tuntutan masa depan.
2. Analisis Tugas Analisıs tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan is: dalam satuan pembelajaran. Analisis tugas dilakukan untuk merinci Isi materi ajar dalam bentuk garis besar. Analisis ini mencakup: (a) analisis struktur isi, (b) analisıs prosedural, (c) analisis proses informası, (d) analisis konsep, dan (e) perumusan tujuan.
b.) Tahap Perancangan (Design) Tujuan tahap ini adalah untuk menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. Tahap ini terdirı dari empat langkah yaitu, (1) Penyusunan tes acuan patokan, merupakan langkah awal yang menghubungkan antara tahap define dan tahap design. Tes disusun berdasarkan hasil perumusan tujuan pembelajaran khusus. Tes ini merupakan suatu alat mengukur terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa setelah kegtatan belajar mengajar, (2) Pemilihan media yang sesuai tujuan, untuk menyampaikan materi pelajaran, (3) Pemilihan format. Di dalam pemilihan format ini misalnya dapat dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat yang sudah ada dan yang sudah dikembangkan di negara-negara lain yang lebih maju.
c.) Tahap Pengembangan (Develop)
Tujuan tahap int adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah di revisi berdasarkan masukan dari para pakar. Tahap ini meliputi: (a) validası perangkat para pakar diikuti dengan revisi, (b) simulası, tahap (b) dan (c) digunakan sebagai dasar revisi. Langkah berikutnya adalah uji coba lebih lanjut dengan jumlah siswa yang sesuai dengan kelas sesungguhnya.
d.) Tahap Pendiseminasian (Disseminate)
Tahap ini merupakan tahap penggunaan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas misalnya di kelas lain, di sekolah lain, oleh guru yang lain. Tujuan lain adalah untuk menguji efektivitas penggunaan perangkat di dalam KBM. Dari uraian tentang tiga model di atas pada dasarnya memiliki persamaan, namun dalam penelitian ini mengguna- kan model pengembangan menurut Kemp yang diadaptasi dan disesuaikan dengan rancangan penelitian. Alasannya setiap tahap lebih sistimatis dan revisi dilakukan setiap saat.
Sumber : Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, Karangan : Trianto, S. Pd, M. Pd
Komentar
Posting Komentar