BAB 6 Pengwmbangan Perangkat Model Pembelajaran Tetpadu

Bagian 2

B. Pengembangan Perangkat dalam Proses Pembelajaran 
Perangkat yang dipergunakan pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: buku siswa, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluası atau Tes Hasil Belajar (THB), serta media pembelajaran (Ibrahim, 2003: 3). 
1. Silabus 
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi, waktu, dan sumber belajar. 
Dalam mengembangkan silabus harus memenuhi beberapa prinsip, yaitu: 
(1). Ilmiah, bahwa keseluruhan maten dan kegiatan yang menjadi muatan dalam sılabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 
(2) Relevan, artinya cakupan, kedalaman, ungkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam sılabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan pencapaian kompetensi untuk penilaian, penılaian, alokası spritual peserta didik. 
(3) Sistematis, bahwa, komponen- komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. 
(4) Konsisten, artınya adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensı dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman di belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. 
(5) memadai, artinya cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, Eluurse pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar 
(6) Aktual dan Kontekstual, bahwa cakupan indikator, maten pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 
(6) Fleksibel, bahwa keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodası keragaman peserta didik, pendidik, saat. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat .
(8) Menyeluruh, artinya komponen salabus mencakup kescluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 
 Rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun untuk setiap pertemuan yang terdiri dari uga rencana pembelajaran, yang masing-masing dirancang untuk pertemuan selama 90 menit Skenario kegiatan pembelajaran urp 135 dikembangkan darn rumuşan tujuan pembelajaran yang mengacu dan indikator untuk mencapai hasil belajar sesuai kurikulum berbasis kompetensi (KBK, 2004). 
Rencana pelaksanaan pembelajaran dimaksud adalah menit. rencana pelaksanaan pembelajaran berorientasi pembelajaran terpadu yang menjadi pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar. 
Langkah-langkah pembelajaran (sintaks) dikembang- kan mengadopsi sintaks pembelajaran terpadu yang dimodifikasi dan disesuaikan terutama dengan maten pembelajaran yang diajarkan. Dengan kata lain bahwa sintaks yang diikembangkan berkaitan dengan cara penyampaian materi pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, yaitu untuk memenuhi ketuntasan pembelajaran melalui pencapaian indikator hasil pembelajaran sesuai kurikulum (KBK).
 Komponen-komponen penting yang ada dalam rencana pembelajaran meliputi: Standar Kompetensı (SK), Kompetensi Dasar (KD), hasil belajar, indikator pencapaian hasil belajar, strategi pembelajaran, sumber pembelajaran, alat dan bahan, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. 
3. Lembar kegiatan siswa (LKS) 
Lembar kegiatan siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. 
Lembar kegiatan siswa dapat berupå panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrası. 
Lembar Kegiatan Siswa (LKS) memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan olech siswa untuk memaksımalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasıl belajar yang harus ditempuh. Pengaturan awal (advance organizer) dari pengetahuan dan pemahaman siswa diberdayakan melalui penyediaan media belajar pada setiap kegiatan eksperimen sehingga situasi belajar menjadi lebih bermakna, dan dapat terkesan dengan baik pada pemahaman siswa. Karena nuansa keterpaduan konsep merupakan salah satu dampak pada kegiatan pembelajaran maka muatan materi setiap lembar kegratan siswa pada setiap kegiatannya diupayakan agar dapat mencerminkan hal itu.
4. Buku siswa 
Buku siswa merupakan buku panduan bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang memuat materi pelajaran, kegiatan penyelidikan berdasarkan konsep, kegiatan sains, informası, dan contoh-contoh penerapan sains dalani kchidupan schari-han. Selain itu buku bacaan siswa ini juga sebagai panduan belajar baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun belajar mandiri. Maten ajar berisikan garıs besar bab, kata kata sains yang dapat dibaca pada uraian materi pelajaran. tujuan yang memuat tujuan yang hendak dicapai setelah mempelajari materi ajar, materi pelajaran berisi uraian materi vang harus dipelajari, bagan atau gambar yang mendukung kegiatan percobaan ilustrasi pada menggunakan alat dan bahan sederhana dengan teknologi sederhana yang dapat dikerjakan oleh siswa, uji diri setiap materi pokok, dan masalah-masalah dalam kehidupan sehari- hari yang perlu didiskusikan. 
Buku siswa pada pembelajaran terpadu dikembangkan berdasarkan materi-materi dari mata pelajaran-mata pelajaran yang terkait sesuai dengan kompetensi dasar yang dipadukan.
5. Media Pembelajaran 
Media adalah suatu ekstensi manusia Surk memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengannya (Marshal Mcluhan dalam Anton Noornia, 2006: 5). Media pembelajaran adalah sebagai penyampai pesan (the carriers of massages) dari beberapa sumber saluran ke penerima pesan (the receiser of the massages). 
Media pembelajatan hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran yang terencana (arti sempit). Media pembelajaran tidak hanya meliputi media komunikası elektronik yang kompleks, tetapı juga bentuk sederhana, seperti slide, foto, diagram buatan guru, objek nyata dan kunjungan ke luar kelas. (artu luas).
Media pembelajaran diharapkan dapat memberikan manfaat , antara lain: (1) Bahan yang disajikan menjadi lebih jelas maknanya bagi siswa, dan tidak bersifat verbalıstik: (2) Metode pembelajartan lebih bervariasi: (3) Siswa manjadi lebih aktif melakukan beragam aktuvitas. (4) Pembelajaran lebih menarnk: (5) Mengatasi keterbatasan ruang.
Media pembelajaran meliputi berbagai jenis, antara lain: Pertama, Media grafis atau media dua dimensi, seperu gambar, foto, grafik atau diagram, Kedua, Media model solid atau media simensi tiga, seperti model model benda ruang dimensi tiga, diaroma dsb. Ketiga, Media proyeksi sepen film, filmstrip, OHP; Keempat, Media informasi, komputer internet dan Kelima, Lingkungan. 
Keuntungan dari media pembelajaran antara lain: (1 gairah belajar meningkat: (2) siswa berkembang menuru minat dan kecepatannya (3) interaksı langsung dengan lingkungan, (4) memberikan perangsang dan mempersama kan pengalaman, dan (5) menimbulkan persepsi akan sebuah konsep sama.
6. Tes Hasil Belajar (THB)
Tes hasil belajar merupakan butir tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar Tes Hasil Belajar meliputu tes hasil belajar produk, tes hasil belajar proses, dan tes hasil belajar psikomotorik. Tes hasil belajar psikomotorik berupa keterampılan melaksanakan eksperimen.
 Tes hasil belajar dibuat mengacu pada kompetensi dasar yang ingin dicapai, dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar dan disusun berdasarkan kist-kisı penulisan butir soal lengkap dengan kuncı jawabannya serta lembar observasi penilatan psikomotor kinerja siswa. 
Tes hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Tes hasil belajar yang dikem bangkan disesuaikan dengan jenjang kemampuan kognitil Untuk penskoran hasil tes, menggunakan panduan evaluasi yang memuat kunci dan pedoman penskoran setiap budt atau media dimensi iga, seperti model-model benda ruang Selain perangkat pembelajaran, untuk mengaman kegiatan pembelajaran, aktivitas siswa selama kegiatan pem belajaran, juga dikembangkan lembar pengamatan pengelola an kegiatan pembelajaran model pembelajaran terpadu.

Sumber : Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, Karangan : Trianto, S. Pd, M. Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 Implikasi Pembelajaran Terpadu