BAB 8 Implikasi Pembelajaran Terpdu
Bab 5 bagian 2
C. MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Terpadu
Penilaian pencapatan kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun hisan, pengamatan kınerja, pengukuran sikap, penilaian has karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilatan dini. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan unte memperoleh, menganalisis, dan menafsırkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara menjadi dan berkesinambungan, sehingga sisternatis informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Dalam melaksanakan penilaian hendaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, sebagaj berikut:
(1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
(2) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
(3) sistem yang diirencanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetalrui kesulitan peserta didik.
(4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
(5) Sistem pcnilaian harus pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, menggunakan pendekatan lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
2. Metode, Tehnik Dan Bentuk Evaluasi Metode
a. Metode
Metode yang dapat dipergunakan dalam mengevaluasi proses dan produk pembelajaran terpadu meliputi observasi, dokumentasi berkala, dialog siswa-guru, evaluasi diri siswa guru (self assesment), tes dan ujian.
1. Observasi dan Dokumentasi Berkala
Prabowo (2001), menjelaskan bahwa salah satu kegiatan penting dalam proses pembelajaran IPA terpadu adalah pengamatan (observasi). Jadi dalam pembelajaran ini, pengamatan merupakan komponen dasar dalam evaluasi.
Obeservasi dapat dilakukan dengan berkerja sama dengan siswa. Dengan demikian tampak bahwa evaluasi sebagai bagian integral dari interaksi sosial. Dalam kegiatan ini guru berusaha memahami tugas atau situasi dari sudut pandang siswa, dan sementara itu evaluasi diri semakin kuat pada diri anak didik.
Observasi dan dokumentasi berkala dapat juga dilakukan dengan cara guru merekam semua kejadian di kelas, misalnya untuk satu unit tema atau beberapa unit telah selama satu periode (satu cawu, satu semester, atau satu tahun).
2. Dialog Siswa-Guru
Cara ini dapat dibatasi untuk masalah khusus, seperti halnya dalam Mata Pelajaran Fisika atau Mata Pelajaran Biologi. Dialog siswa guru dapat juga dilakukan dalam kelompok kecil, dan direkam secara penuh. Dalam hal ini siswa dapat diberi tugas untuk merangkum hasil diskusi tersebut.
3. Evaluasi Diri Siswa-Guru
Dalam mengevaluasi pembelajaran terpadu, evaluasi diri juga dapat dipakai. Siswa dapat menyusun sendiri pertanyaan kemudian menjawabnya sendiri. Selanjutnya guru dapat juga melakukan evaluasi diri untuk perbaikan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran.
4. Tes dan Ujian Pada pembelajaran terpadu tes dan ujian dilakukan baik untuk satu tema pembelajaran maupun untuk beberapa tema. Perlu juga diketahui, bahwa tes formal tidak atau belum memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana sc- orang anak sebagai individu berpikir dan menguasai konsep- konsep, bagimana mereka dalam melakukan belajar sendiri, dan bagaimana mereka menggunakan kemampuan inte- legensinya (Charbonneau & Reider dalam Parbowo, 2000: 7).
b. Tehnik, Bentuk dan Instrumen Evaluasi Selain metode, dalam evaluasi yang dikembangkan mencakup teknik, bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetenst dan Kompetensi Dasar. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.
1. Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: (1) Kuis dan (2) Tes Harian. Untuk jenis tagihan nontes, teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: (1) obscrvasi, (2) angket, (3) wawancara, (4) tugas, (5) proyek, dan (6) portofolio.
2. Bentuk Instrumen
Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: Bentuk-bentuk Tes: isian, benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda, uraian, dan unjuk kerja Nontes: panduan observasi, kuesioner, panduan wawancara, dan rubrik.
3. Instrumen
Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek, harus disertai rubrik penilaian. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. Sistem ini kurang dapat menggam- barkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh, sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak.
Komentar
Posting Komentar