BAB 9 Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu

Bab 6 bagian 1


A. KONSEP DASAR PEMBELAJARAN IPA TERPADU
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam 
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan schari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembang kan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang, lebih mendalam tentang alam sekitar. 
Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) d SMP/MTs, meliputi bidang kajian energi dan perubahannya, bumi antariksa, makhluk hidup dan proses kehidupan, dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, dengan ciri: objektif, metodik, sistimatis, universal, dan tentatif. llmu Pengetahuan Alam merapakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya.
2. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam
 Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen, pengamatan, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: 
(1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati,
(2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati, dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen, 
(3) dikembangkannya sikap ilmiah. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, memahami jawaban, menyempurnakan jawaban sebagai kemampuan dalam tentang "apa", " mengapa" dan "bagaimana".
3. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu
 Pada dasarnya tujuan pembelajaran IPA Terpada sebagai suatu kerangka model dalam proses pembelajaran, tidak jauh berbeda dengan tujuan pokok pembelajaran terpadu itu sendiri, yaitu: 
(1) meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
 (2) meningkatkan minat dan motivasi; dan
 (3) beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus (Puskur, 2007: 7). 
a. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembela- jaran 
Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup bidang kajian energi dan perubahannya, materi dan sifatnya, dan makhluk hidup dan proses kehidupan. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin. 
b. Meningkatkan minat dan motivasi 
Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh, menyeluruh, dinamis, dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru, serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Dalam hal ini, pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. 
Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal, menerima, menyerap, dan memahami keterkaitan atau hubungan antara Konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam unik menangkap dan memahami hubungan konseptual disajikan guru. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa analitik. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belaja berpikir terarah, teratur, utuh, menyeluruh, sistimik, d bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya, dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telh dipelajarinya. 
c. eberapa kompetensi dasar dapat sekaligus 
Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu, tenaga, dan sarana, serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. Di samping itu, pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah kompetensi, kompetensi dasar, dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. 
4. Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA
Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu 
Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasat IPA dikembangkan dalam bidang kajian, pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalan guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA.
5. Pemaduan Konsep Dalam Pembelajaran IPA
Salah satu kunci pembelajaran Terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar dari berbagai bidang. 
Konsep yang harus diserap peserta Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA, karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: 
a) eserta didik kelompoknya akan Jebih bertanggung jawab, yang bekerja berdisiplin, dan mandiri; 
b) peserta didik menjadi lebih termotivas dalam belajar bila mereka berhasil percaya urp uip menerapkan apa yang telah dipelajarinya; 
c) eserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka 'mendengar', berbicara', 'membaca', 'menulis' dan 'melakukan' kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya; 
d) memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik; 
e) belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek, kolaborasi, dan berinteraksi dengan teman, guru, dan dunia nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 Implikasi Pembelajaran Terpadu