Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

BAB 12 Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu

Bagian 7 bab 2 B. STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU  1. Perencanaan  Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadi bergantung pacda kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, kemampuan). pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkan berikut ini. Untuk menyusun perencanaan  a. Pemetaan Kompetensi Dasar  b. Penentuan Topik/tema ke dalam indikator sesuai topik/tema  c. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar d. Pengembangan Silabus e. Penyusunan Desain atau rencana pelaksanaan pembelajaran.  Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut ini.  a. Pemetaan Kompetensi Dasar  Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bidang kajan IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.  ...

BAB 11 Pengembangan Pembelajaran IPSTerpadu

Bab 7 bagian 1 A. KONSEP DASAR PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU  1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ckonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang- cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial. 2. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial  Mata Pelajaran IPS di SMP/MTs memiliki beberapa karateristik antara lain sebagai berikut. a.) Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekononi hukum dan pol...

BAB 10 Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu

Bab 6 bagian 2  Bab 6 bagian 2  B. STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU  1. Perencanaan  Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh aplikasi, pemahaman, analisis, dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semesitr Juek berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalaa standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optima jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potens peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimilika peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA.  Langkah (1): Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. Pada saat menetapkan beberapa bidang kajian yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasiona...

BAB 9 Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu

Bab 6 bagian 1 A . KONSEP DASAR PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan schari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembang kan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang, lebih mendalam tentang alam sekitar.  Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) d SMP/MTs, meliputi bidang kajian energi dan perubahannya, bumi antariks...

BAB 8 Implikasi Pembelajaran Terpdu

Bab 5 bagian 2 C. MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN  1. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Terpadu  Penilaian pencapatan kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun hisan, pengamatan kınerja, pengukuran sikap, penilaian has karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilatan dini. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan unte memperoleh, menganalisis, dan menafsırkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara  menjadi dan berkesinambungan, sehingga sisternatis informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.  Dalam melaksanakan penilaian hendaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, sebagaj berikut:  (1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.  (2) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses ...

BAB 7 Implikasi Pembelajaran Terpadu

Bab 5 Bagian 1 A. EKSISTENSI GURU DAN PESERTA DIDIK 1. Eksistensi Guru  Pembelajaran IPA merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian; Misalnya di bıdang IPA, yaitu fisika, kımia, dan biologi, sementara di bidang IPS terdapat sosiologi, urp geografi, maka dalam ckonomi, pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas.  Di sekolah pada umumnya guru-guru yang tersedia terdiri atas guru-guru disiplin ilmu seperti fisika, kimia, brologi, ekonomi, sosiolog, dan geografi. Guru dengan latar belakang tersebut tentunya sulit untuk beradaptası ke dalam pengintegrasian bidang Komprehenship, karena mereka yang memiliki latar belakang kajnan yang memiliki matter satu bidang ilmu tidak memilik kemampuan yang optimal pada bidang bidang vang lain, begitu pula sebaliknya. Di konsekuensi terhadap berkurangnya beban jam pelajar yang diemban guru-gunu yang tercakup ke dalam bidan kajian yang serumpun,...

BAB 6 Pengwmbangan Perangkat Model Pembelajaran Tetpadu

Bagian 2 B. Pengembangan Perangkat dalam Proses Pembelajaran  Perangkat yang dipergunakan pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: buku siswa, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluası atau Tes Hasil Belajar (THB), serta media pembelajaran (Ibrahim, 2003: 3).  1. Silabus  Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi, waktu, dan sumber belajar.  Dalam mengembangkan silabus harus memenuhi beberapa prinsip, yaitu:  (1). Ilmiah, bahwa keseluruhan maten dan kegiatan yang menjadi muatan dalam sılabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.  (2) Relevan, artinya cakupan, kedalaman, u...

BAB 5 Pengembangan Perangkat Model Pembelajaran Terpadu

bagian 1  A. Model-Model Pengembangan Perangkat     Menurut Sudjana (2001: 92), untuk melaksanakan pengembangan perangkat pengajaran diperlukan model- model pengembangan yang sesuai dengan sistem pendidikan. Sehubungan dengan itu ada beberapa model pengembangan pengajaran. Dalam pengembangan perangkat pembelajaran dikenal tiga macam model pengembangan perangkat, yaitu Model Dick-Carey, Model Four-D dan Model Kemp.  1. Model Pengembangan Sistem Pembelajaran Menurut Kemp Menurut Kemp (1994) Pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang kontinum. Tiap-tiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan aktıvitas revisi. Pengembangan perangkat dapat dimulai dari utik manapun di dalam siklus tersebut (Kemp, et al, 1994: 10). Pengembangan perangkat model Kemp memben kesempatan kepada para pengembang untuk dapat memulai dari komponen manapun. Namun karena kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia dan berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses penge...

BAB 4 Model Kurikulum Pembelajaran Terpadu

Bab 3 bagian 2  A. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU 1. Pembelajaran Terpadu Model Connected a. Pengertian   Fogarty (dalam Prabowo, 2000), mengemukakan bahwa model terhubung (connected) merupakan model atau mengintegrasikan sapu konsep, integrasi inter bidang studi. Model ini secara nyata mengorganisasikan keterampilan, atau kemampuan yang ditumbuh-kembangkan dalam suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang dikaitkan dengan konsep, keterampilan atau kemampuan nada pokok bahasan atau sub pokok bahasan lain, dalam satu hidang studi. Kaitan dapat diadakan secara spontan atau demikian terlebih dahulu. direncanakan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Dengan tata lain, bahwa pembelajaran terpadu tipe connected adalah pembelajaran yang dilakukan dengan mengaitkan satu pokok bahasan dengan pokok bahasan berikutnya, mengaitkan satu konsep dengan konsep yang lain, mengaitkan satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, dan dapat juga mengaitkan pekerjaan hari ...